Jumat, 27 Juli 2018

Dampak Positif Belajar Bahasa Inggris Lewat Lagu

Belajar Bahasa Inggris bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan menggunakan media lagu.
 
Mengapa harus menggunakan media lagu? Karena media lagu mempunyai dampak positif. Apa saja? Simak dampaknya bagi pembelajar Bahasa Inggris berikut ini.
 
Membuat rileks
 
Mendengarkan lagu membuat otak rileks. Perasaan menjadi senang. Dengan perasaan senang maka akan mudah menerima pelajaran.
 
 
Mendengar ucapan langsung
Dengan mendengarkan sebuah lagu, pembelajar bisa mendengarkan langsung cara mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Inggris. Ini tentu berbeda dengan hanya melihat di kamus.
 
 
Membuat aktif
 
Lagu membuat pembelajar menjadi aktif. Kok bisa? Bukankah listening itu kemampuan pasif dalam Bahasa Inggris.
Maksud dari aktif disini adalah manakala seorang pembelajar mendengarkan sebuah lagu Bahasa Inggris ketika ia mulai menyenanginya maka ia akan ikut bersenandung. Senandung itulah yang menunjukkan orang itu aktif memproduksi ujaran.
 
 
Tidak bosan 
Kebosanan ditimbulkan dari pembelajaran yang tidak menyenangkan. Mendengarkan lagu yang enak adalah kegiatan yang menyenangkan. Tentu bisa mengusir kebosanan.
 
 
Apa dampak positif ini akan meningkatkan kemampuan berbahasa seorang pembelajar Bahasa Inggris?
 
 
Jelas sangat mempengaruhi. Tentu saja kegiatan yang melibatkan indera utamanya pendengaran membuat kemampuan Bahasa Inggris seseorang menjadi meningkat.
 
Cobalah sekarang dan rasakan dampaknya.

Kamis, 12 Juli 2018

Bingung Mau Kuliah Jurusan apa di Jerman?


Banyak yang bertanya sebaiknya mereka kuliah apa di Jerman. Atau ada juga yang menanyakan apakah menurut kami kalau kuliah bidang A akan lebih bagus dibandingkan kuliah di bidang B, dsb. Jadi melalui posting-an ini, kami harapkan pertanyaan teman-teman akan terjawab.
Untuk menentukan sebaiknya anda kuliah apa, ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi. Saya akan coba memaparkan faktor-faktor tersebut sesuai dengan pengalaman saya dan keluarga saya. Harap diperhatikan, kalau urutan faktor dibawah ini bukan berdasarkan ranking... Baca Selengkapnya di http://exzellenz-institut.com/kuliah-bidang-apa-di-jerman/

Ini Manfaat Mempelajari Bahasa Asing


Dalam dunia modern seperti sekarang, dunia global menjadikan bahasa asingmerupakan salah satu hal yang penting dalam hal berkomunikasi. Dengan menguasai bahasa asing, maka Anda juga dapat dikatakan menguasai dunia. Seperti dilansir dari laman magforwomen.com, Rabu (25/01/2017), berikut adalah beberapa manfaat menguasai bahasa asing.
1. Meningkatkan pengetahuan akan ruang lingkup global
Dengan menguasai bahasa asing, ini membantu Anda untuk mengetahui apa yang terjadi di dunia global. Di luar sana, jutaan hal terjadi tanpa kita sadari atau ketahui. Menguasai bahasa asing membuat Anda mampu berkomunikasi dan mengerti berita yang datang dari setiap penjuru dunia.
2. Memperdalam pemahaman dan pengertian akan dunia luar
Bisa dikatakan, menguasai bahasa asing membuat Anda memiliki rasa toleransi dan tenggang rasa yang tinggi. Anda dapat memahami dan mengerti tentang apa yang terjadi di luar sana.

Rabu, 11 Juli 2018

12 Tips Belajar Bahasa Inggris untuk Karyawan Sibuk


Keterampilan berbahasa Inggris sangat diperlukan di dunia kerja, terutama di perusahaan asing. Sebagai karyawan, Anda perlu memiliki keterampilan berbahasa Inggris agar dapat bersaing di tempat kerja.
Soalnya, seorang karyawan yang menguasai bahasa Inggris merupakan aset yang berharga untuk perusahaan.
Namun, di tengah kesibukan yang begitu padat bagaimana Anda bisa meluangkan waktu untuk belajar bahasa Inggris secara otodidak?
Tentu ini menjadi sebuah permasalahan baru. Jangankan untuk belajar, waktu untuk menyelesaikan pekerjaan kantor saja sering kurang.
Nah, bagaimana caranya agar bisa belajar bahasa Inggris secara otodidak walaupun kerjaan menumpuk? Jangan khawatir, 12 tips berikut ini bisa Anda coba.

1. Dengarkan lagu atau tonton video bahasa Inggris saat istirahat jam kantor

Lagu merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris.
Benny Lewis, seorang polyglot mengungkap berbagai manfaat mendengarkan lagu berbahasa Inggris, salah satunya memperbanyak kosakata dan kemampuan mendengarkan.
Tidak hanya itu, ikut bernyanyi dengan Bahasa Inggris membuat Anda melatih kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris.
Hal ini sangat baik Anda lakukan saat jam istirahat kantor. Setiap lagu biasanya berdurasi 3 sampai 5 menit.
Atur waktu istirahat Anda agar dapat mendengarkan lebih dari satu lagu atau video bahasa Inggris favorit Anda, misalnya di video dari Youtube.

2. Selipkan kata-kata dalam bahasa Inggris saat mencatat

Jika Anda termasuk karyawan yang rajin mencatat saat pelatihan atau kegiatan lain di kantor, Anda perlu mengikuti satu tips ini.
Gunakan beberapa kosakata bahasa Inggris dalam catatan Anda. Jangan terlalu memikirkan spelling atau ejaan yang benar, yang penting Anda tulis saja dulu kata-kata tersebut.
Saat jam istirahat kantor, Anda bisa gunakan beberapa menit untuk mengecek spelling yang benar dalam Kamus Bahasa Inggris.
Cara ini akan membantu Anda meningkatkan kemampuan menulis.

3. Selipkan sesekali bahasa Inggris dalam percakapan di kantor

Melakukan percakapan dengan orang lain adalah cara yang ampuh untuk belajar bahasa Inggris secara otodidak.
Sesibuk apa pun Anda di kantor, pasti Anda punya waktu walaupun hanya sebentar untuk bercakap dengan rekan kerja. Gunakan waktu emas tersebut untuk bercakap dalam bahasa Inggris.
Jangan pernah malu untuk memulai percakapan dalam bahasa Inggris. Jika Anda salah dalam mengucapkan sebuah kata, tidak masalah. Toh, Anda sedang belajar.
Jadi Anda bisa belajar pula dari kesalahan tersebut.

4. Menggunakan bahasa Inggris saat presentasi

Selain dalam obrolan ringan, tidak ada salahnya Anda melatih komunikasi formal dalam bahasa Inggris.
Entah hanya sekedar memberi salam atau bertanya apakah peserta mengerti presentasi Anda dengan mengajukan pertanyaan, “Do you have any question?
Dengan melatih komunikasi dalam Bahasa Inggris di kantor, hal ini akan membuat Anda lebih semangat bekerja dan mempelajari bahasa Inggris karena Anda menggunakan bahasa tersebut dalam keseharian, baik itu formal maupun non formal
Lihat kelanjutanya, Klik di link dibawah ini 

Manfaat Belajar Bahasa Inggris Sejak Dini


Aktivitas belajar yang dilakukan di usia dini dan usia dewasa menghasilkan luaran yang berbeda. Belajar di usia dini seperti “menulis di atas batu”, sedangkan belajar di usia dewasa lebih menyerupai “menulis di atas air”. Memang tidak seratus persen benar, namun kenyataannya lebih mudah menyerap pelajaran di usia dini daripada mempelajarinya ketika tua. Hal ini juga berlaku dalam mempelajari bahasa Inggris.
Mengapa perlu belajar bahasa Inggris sejak dini? Pertama, anak-anak memiliki masa belajar cemerlang yang disebut golden age, usia 6—12 tahun, yang memungkinkannya belajar bahasa dengan cepat. Otak mereka masih elastis sehingga bisa menyerap materi pelajaran dengan mudah, apalagi jika materi tersebut berkaitan dengan bahasa yang digunakan sebagai sarana komunikasi.
Kedua, memori otak anak-anak begitu luar biasa. Daya ingatnya yang tinggi membuat mereka mudah menyerap suatu materi dan mengingatnya hingga waktu yang lama. Ketiga, anak-anak memiliki rasa keingintahuan yang sangat besar. Mereka suka bertanya, mengeksplor sesuatu, dan mencari serta menemukan cara-cara baru untuk dipraktikkan. Ini membuat mereka lebih mudah mempelajari bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan tanpa terkesan sedang belajar.
Lalu, apa manfaat belajar bahasa Inggris sejak dini?
Pertama, anak tidak akan merasa asing dengan bahasa Inggris. Karena sudah mempelajarinya sejak kecil, bahasa Inggris tidak lagi menjadi momok yang menakutkan. Bahkan, bahasa Inggris akan terasa lebih akrab karena mereka bisa mendengarkannya setiap kali menonton film kartun anak dari channel luar negeri. Di tengah krisis tontonan televisi bermutu untuk anak saat ini, rasanya menonton film kartun luar negeri atau acara semacam discovery channel menjadi alternatif tontonan yang sehat dan menyenangkan.
Kedua, anak yang menguasai bahasa Inggris dinilai memiliki skill lebih yang memudahkannya menjalani masa sekolah yang menyenangkan. Ini karena skill bahasa Inggris juga diperhitungkan bahkan sejak di tingkat SD. Lomba-lomba berbahasa Inggris juga banyak digelar dan anak yang memenangkannya biasanya mempunyai nilai lebih di mata guru dan teman-temannya.
Ketiga, gerbang pengetahuan semakin terbuka lebar. Seperti diketahui, bahasa Inggris merupakan bahasa pengetahuan, bahasa pengantar keilmuan terkini, baik secara onlinemaupun offline. Dengan berbekal penguasaan bahasa Inggris, seorang anak dapat mengakses lebih banyak informasi dan pengetahuan dari luar negeri yang memudahkannya lebih update pada perkembangan keilmuan terbaru. Imbasnya adalah nilai yang semakin tinggi dan daya analisis yang lebih hebat dibanding teman-temannya yang belum mengetahui informasi tersebut.
Aktivitas belajar yang dilakukan di usia dini dan usia dewasa menghasilkan luaran yang berbeda. Belajar di usia dini seperti “menulis di atas batu”, sedangkan belajar di usia dewasa lebih menyerupai “menulis di atas air”. Memang tidak seratus persen benar, namun kenyataannya lebih mudah menyerap pelajaran di usia dini daripada mempelajarinya ketika tua. Hal ini juga berlaku dalam mempelajari bahasa Inggris.
Mengapa perlu belajar bahasa Inggris sejak dini? Pertama, anak-anak memiliki masa belajar cemerlang yang disebut golden age, usia 6—12 tahun, yang memungkinkannya belajar bahasa dengan cepat. Otak mereka masih elastis sehingga bisa menyerap materi pelajaran dengan mudah, apalagi jika materi tersebut berkaitan dengan bahasa yang digunakan sebagai sarana komunikasi.
Kedua, memori otak anak-anak begitu luar biasa. Daya ingatnya yang tinggi membuat mereka mudah menyerap suatu materi dan mengingatnya hingga waktu yang lama. Ketiga, anak-anak memiliki rasa keingintahuan yang sangat besar. Mereka suka bertanya, mengeksplor sesuatu, dan mencari serta menemukan cara-cara baru untuk dipraktikkan. Ini membuat mereka lebih mudah mempelajari bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan tanpa terkesan sedang belajar.
Lalu, apa manfaat belajar bahasa Inggris sejak dini?

Senin, 13 November 2017

Sistem Pendidikan di Negara Perancis

Bab I
Pendahuluan

      A.    Latar Belakang

Perancis adalah suatu negara besar dengan segala kebesaran dan juga tragedinya Selama bertahun-tahun, kebudayaan, pendidikan, dan bahasa Perancis banyak sekali diminati masyarakat di berbagai belahan dunia. Belum lama berselang, hal ini paling jelas tampak di antara bangsa-bangsa yang ingin menaikkan statusnya di mata orang eropa. Repotasi Perancis sudah masyhur di bidang filsafat, kesusastraan, seni, bahkan dalam bidang perdagangan dan industri karena bakat-bakat kreatif warganya dan nama-nama mereka di kenang dengan penuh rasa hormat. Kendati kekaisaran Perancis telah sirna, bahasa dan pola pendidikannya yang khas masih dipergunakan hamper di semua benua di dunia.
Dalam ruang lingkup pendidikan, negara Perancis merupakan negara yang menggunakan sistem sentralistik yakni pendidikan yang dipusatkan sepenuhnya kepada pemerintah. Jadi, kementerian pendidikan (biasa disebut Ministry of National Education) memiliki peran urgent dalam kemajuan pendidikan secara keseluruhan. Selain itu, pemerintah juga menekankan akan adanya wajib belajar 16 tahun dengan penerapan  sistem sekolah gratis untuk setiap jenjang pendidikan.
Berbeda dengan Indonesia, Indonesia merupakan negara yang menggunakan sistem pendidikan desentralisasi yakni pemerintah menyerahkan masalah pendidikan ke daerah dan sekolah masing-masing, maka masalah pembiayaan pun menjadi kewenangan sekolah. Otonomi daerah diartikan sebagai kewenangan daerah untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan diharapkan dapat mensejahterakan rakyat setempat, meringankan beban hidup, memberi jaminan kelayakan hidup, terpenuhinya layanan kesehatan dan pemerataan pendidikan serta harapan-harapan menggembirakan lainnya. Pemerintah mewajibkan belajar bagi anak-anak Indonesia selama 9 tahun.

B.    Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam makalah ini yaitu; Pendidikan di Negara Prancis.
C.     Tujuan

Dari rumusan masalah di atas, tujuan penulis makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pendidikan di Negara
































Bab II
Pembahasan

A.    Letak Geografis Negara Perancis

Perancis adalah sekitar 80% ukuran Texas.Di Alpen dekat perbatasan Italia dan Swiss adalah Eropa barat titik tertinggi-Mont Blanc (15.781 ft; 4.810 m). The-ditutupi hutan Pegunungan Vosges berada di timur laut, dan Pyrénées berada di sepanjang perbatasan Spanyol. Kecuali utara Perancis ekstrim, negara dapat digambarkan sebagai empat daerah aliran sungai dan dataran tinggi.Tiga dari aliran sungai Seine barat ke Selat Inggris, Loire ke Atlantik, dan Garonne ke Teluk Biscay. Rhône mengalir ke selatan ke Mediterania. Untuk sekitar 100 mil (161 km), Rhine adalah timur perbatasan untuk Prancis. Di Mediterania, sekitar 115 mil (185 km) timur-tenggara Nice, adalah pulau Corsica (3367 sq mi; 8.721 km persegi).
Perancis adalah suatu negara besar dengan segala kebesaran dan juga tragedinya.Negara dengan penduduk lebih dari 55 juta ini, terletak di jantung Eropa. Bahasa Perancis adalah bahasa Internasional yang di pakai oleh lebih dari 60 juta orang di seluruh dunia, terutama di negara Perancis, Belgia, beberapa negara di kawasan Afrika Barat, Haity, dan juga kawasan jajahan Perancis di Pasific. Bahasa Perancis adalah bahasa pengantar resmi yang di gunakan Masyarakat Uni Eropa juga bahasa pengantar resmi di PBB, bersanding dengan bahasa besar lainnya. Banyak orang yang mengenal Perancis dari Parfum dan juga modenya, seperti Versace. Padahal Perancis memiliki tehnology tinggi yang dalam beberapa segi tidak kalah dengan negara USA, seperti tehnology otomotive dengan TGV nya/kereta cepat, pesawat Airbus, tehnology telekomunikas, etc. Prancis memiliki luas tanah:210.668 sq mi (545.630 sq km); luas: 211.209 sq mi (547.030 sq km) dan Populasi (2010 est):64057792 (tingkat pertumbuhan: 0,5%); angka kelahiran: 12.4/1000; angka kematian bayi: 3.3/1000; harapan hidup: 81,1; kepadatan per km persegi: 100.

B.    Sistem Pemerintahan Negara Perancis

Sistem pendidikan Prancis mencerminkan selektivitas yang juga terdapat pada pemerintahan dan kehidupan social lainnya. Rakyat Prancis menumpukkan wewenang dalam pemerintahan kepada sebuah majelis nasional representative yang terdiri dari dua majelis. Majelis pertama, Chamber of Deputies yang dipilih langsung oleh rakyat, majelis yang lain, yaitu Senat, dipilih oleh electoral college (badan pemilih). Dengan bersidang sebagai satu badan, kedua majelis berwenang memilih presiden. Tahun demi tahun, pentingnya jabatan presiden berlaku surut, dan tugas eksekutif di ambil alih oleh seorang perdana menteri yang mengepalai cabinet menteri-menteri. Seluruh anggota cabinet berikut perdana menteri di angkat dan ditentukan masa jabatannya oleh kedua majelis dalam majelis nasional. Oleh karena itu, pada pelaksanaannya rakyat tidak memerintah sendiri karena mereka telah mendelegasikan kedaulatannya kepada deputi-deputi terpilih dan para elector (anggota electoyal college), orang-orang yang secara teori berkualitas lebih baik untuk menjalankan kekuasaan secara rasional di bandingkan warga biasa. Proses selektif juga diberlakukan pada beberapa partai politik.
Teori bahwa pemerintahan harus dijalankan oleh kelompok terpilih yang wewenang keputusannya telah diterbitkan lewat jalur studi formal yang ketat telah memberikan pengaruh kuat pada sistem pendidikan prancis. Orang-orang yang tidak termasuk dalam kelompok pilihan ini dan mereka merupakan golongan mayoritas luas, harus puas tak hanya dengan kedudukan yang rendah dalam kehidupan, tetapi juga dengan biaya pendidikan yang cenderung di tujukan agar mereka lebih menjadi pengikut daripada menjadi pemimpin.


C.     Sistem Pendidikan Di Negara Perancis

Prancis adalah tergolong Negara yang telah maju industrinya dari antara Negara maju di barat lainnya. Problema-problema yang di rasa belum dapat di selesaikan secara tuntas ialah yang menyangkut masalah kependidikan dari abad ke abad.
Dibawah pemerintahan Repoblik ketiga, lycee dan fakultas unuversitas negeri di ambil alih untuk membentuk inti system sekolah menengah yang bertujuan menemukan dan menghasilkan calon-calon pemimpin. Kendati teori warisan status kelas telah di tolak, system pendidikan masih sangat selektif. System tersebut sudah memisahkan anak-anak menjadi dua kelas sejak hari pertama mereka masuk sekolah. Akhirnya, hak pilih dijadikan universal bahkan wanita berhak memilih setelah perang dunia II, tetapi biaya pendidikan di sekolah menengah tetap melanggengkan diskriminasi kelas.
Penerapan sistem pendidikan di Indonesia dengan di Perancis pada umumnya memiliki kesamaan dengan sistem pendidikan di indonesia yang pada dasarnya sistem pendidikan di Indonesia merupakan adaptasi dari sistem pendidikan luar negeri. Perbedaan sistem pendidikan tentu saja terletak pada penerapan metode pembelajaran di negara itu sendiri. Di negara Perancis seorang peserta didik mengenyam pendidikan dimulai pada saat anak berusia 2 atau 3 tahun setara dengan play group hingga 17 tahun disana peserta didik langsung diarahkan pada bakat dan minat dan pada pemahaman konseptual, para siswa terbiasa belajar dengan pola keras, disiplin dan dipenuhi dengan tugas. Setelah siswa menempuh pendidikan wajib, bagi mereka yang ingin menempuh ke jenjang perkuliahan mereka akan dihadapkan lagi dengan persaingan yang sangat ketat, untuk lulus dari SMA saja itu merupakan hal yang sangat rumit. Siswa yang terpilihlah yang dapat melanjutkan ke jenjang perkuliahan dengan dihadapkan soal soal oral (essay) yang menuntut pemahaman konseptual sehingga sedikit pula yang dapat masuk ke jenjang universitas. Pendidikan di Perancis tentunya tidak lepas dari peranan pemerintah. Pemerintah Perancis telah menganggarkan 23% pendapatan negaranya untuk pendidikan yaitu adanya pendidikan gratis dari TK hingga SMA dan gaji guru yang besar, disana gaji guru mencapai hingga 50 – 60 juta perbulan. Untuk menjadi guru disanapun tidak mudah mereka yang ingin menjadi guru harus diseleksi sesuai potensi yang dimilikinya. Karena ia akan menjadi tulang punggung dalam menjamin kualitas pendidikan bangsanya. Jika ia diterima menjadi seorang guru, gajinya per bulan yang paling rendah adalah sekitar 25.000 euro atau sekitar Rp 30 juta, ditambah dengan berbagai fasilitas penunjang lainnya, semua sudah tersedia, rumah, kendaraan, kebutuhan hidup, jaminan kesehatan, tunjangan hari tua, semua sudah ditanggung oleh pemerintah. Sehingga seorang guru benar-benar berkonsentrasi penuh dalam mengajar dan mencerdaskan para anak didik, dan mencurahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk itu. Oleh karena itu, untuk pengangkatan seorang guru, termasuk dosen, diadakan seleksi penerimaan yang sangat ketat dan teruji. 
Ada salah seorang mahasiswa Indonesia di Perancis yang sudah berkeluarga dan memiliki dua anak umur dua dan empat tahun memasukkan kedua anaknya di TK mulai pukul 09.00 (pagi) sampai pukul 17.00 (sore). Sistem ini dianut karena umumnya para pegawai di Perancis bekerja dari pukul 09.00-17.00, dengan catatan. Hari Sabtu dan Minggu libur. Selama anak berada di ruang sekolah (09.00-17.00) mereka sepenuhnya ada di bawah asuhan dan bimbingan guru. Di antara jam belajar itu mereka (anak-anak) diberi makan siang, dan juga kadang-kadang ada acara tidur siang. Jadi, para orangtua menyerahkan anaknya ketika berangkat kerja dan menjemputnya kembali saat pulang kerja. Pada hakikatnya seluruh proses belajar ini diberikan secara gratis oleh pemerintah. Pemerintah Perancis menjamin bahwa masuk sekolah mulai TK hingga perguruan tinggi adalah gratis. Tentu saja untuk memasuki setiap jenjang pendidikan diadakan seleksi ujian masuk, mulai tingkat pendidikan dasar (ecole primaire) pendidikan menengah (lysee) sampai perguruan tinggi (universitarire).
Guru dituntut agar lebih memperhatikan perkembangan kepribadian individual anak didik, dan tidak hanya mementingkan pengembangan intelektual semata. Dalam kongres ahli pendidikan di Le Havre tahun 1939 antara lain diputuskan agar guru memperhatikan perkembangan anak didik pada aspek fisik, sosial dan etis dalam pendidikan di samping aspek intelektual dan cultural.
Untuk meningkatkan kualitas guru, maka didirikanlah “Ecole Normale” (Sekolah Guru) yang lama belajarnya 7 tahun (masa 4 tahun untuk pendidikan umum dan 3 tahun untuk keguruan). Namun demikian problema tentang mutu kependidikan tidak dapat di atasi hanya denga melalui sekolah guru, tanpa diimbangi denga peningkatan bidang kehidupan lainnya, seperti ekonomi, dan political will dari pemimpin negaranya. Problem lainnya ialah bagaimana agar pendidikan tidak terlalu intelektualistis.

D.    Sistem Perjenjangan Pendidikan di Perancis

Gambaran umum Sistem Pendidikan di Perancis
Pada dasarnya ada 4 degree :
1.     Maternelle (setara playgroup dan TK) mulai dari umur 2 th
Sejak tahun 1967, semua anak di Perancis dikenakan wajib belajar sampai dengan umur 16 tahun. Seperti di negara-negara lain, sekolah di Perancis dimulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK)/Ecole Maternelle sebagai tingkat pra-sekolah. Seorang anak yang sudah berumur 2 tahun dengan ditambah syarat-syarat tertentu sudah boleh masuk TK, walaupun pada umumnya anakanak masuk TK berumur antara 3 sampai 4 tahun.
Pendidikan pra sekolah dibagi menjadi 3 tingkat: kecil, sedang dan besar. Pada tahap ini anak-anak diperkenalkan cara hidup berkelompok, keterampilan sederhana dan pengenalan huruf-huruf serta angka.
Sekolah TK ini terdiri dari bermacam-macam, di antaranya:
- Toute Petite Section ( mulai umur 2)
- Petit Section (3 th)
- Moyen Section (4 th) ~~ TKA
- Grand Section (5 th) ~~ TKB
2.     Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar dimulai pada usia 6 tahun dan selama 5 tahun: Jenjang Persiapan (CPI), Dasar 1 (CE1), Dasar 2 (CE2), Menengah (CM1) dan Menengah 2 (CM2). Tujuan utama pendidikan dasar ini adalah untuk mengajarkan pada anak-anak kehidupan bermasyarakat memberikan kemampuan membaca dan berhitung dengan persiapan untuk melanjutkan ke pendidikan menengah (Iycees dan Colleges).     Pendidikan ini berkewajiban menggabungkan kepentingan dasar pendidikan dan kesenangan , atau bermain suatu pendekatan yang terbukti berhasil pada anak-anak. Dewasa ini hampir 100% anak yang berumur 6 tahun sudah memasuki bangku sekolah dasar. Anak-anak sekolah di TK dan SD negeri dibebaskan dari pembayaran, dan memperoleh buku-buku pelajaran secara gratis.
1ere degree :
- Cours Preparatoire (CP) - 6th ~~~SD 1
- Cours Elementaire (CE1) - 7 th ~~ SD 2
- Cours Elementaire (CE2) - 8 th ~~ SD 3
- Cours Moyen 1 (CM1) - 9 th ~~ SD 4
- Cours Moyen 2 (CM2) - 10 th ~~ SD 5
3.     Pendidikan Menengah Pertama
Pendidikan menengah tersedia secara tradisional disekolah negeri yang disebut lycee dan sekolah kotapraja yang disebut college. Menurut sejarahnya, lyce lebih selektif sehingga memilki reputasi sebagai yang lebih sempurna. College cenderung mengakomodasi cita rasa pendidikan modern dah lebih cepat berafaptasi dengan permintaan umum warga kotapraja yang mendukungnya. Meskipun demikian, kedua jenis sekolah tersebut mempersiapkan siswa untuk ujian baccalaureat sehingga mempersiapkan pula penerimaan ke universitas.
Sekolah menengah bisa di masuki dari sekolah dasar, tetapi ada jalur lain yang lebih disukai, yaitu lewat classes preparatoire. Classes preparatoire adalah sekolah swasta yang seringkali memilki perkanjian kerja dengan satu lycee atau lebih untuk meyakinkan para orang tua yang menjadi penyantunnya bahwa putra-putra mereka akan diterima disekolah menengah. . 2eme degree :
- 1ere cycle 6eme - 11 th ~~ SD 6
- 1ere cycle 5eme - 12 th ~~ SMP 1
- 1ere cycle 4eme - 13 th ~~ SMP 2
- 1ere cycle 3eme - 14 th ~~ SMP 3, yg lulus menyandang status Colleges dan
Memilih ke jurusan Baccalaureat ( jalur umum) ataukah jurusan CAP /
BEP (jalur profesionel) 1-2 th habis gitu bisa langsung kerja.
4.     Pendidikan Menengah Atas
Berikut adalah jalur Baccalaureat :
- 2eme cycle 2 eme - 15 th ~~ SMA 1
- 2eme cycle 1 ere - 16 th ~~ SMA 2
- Terminal - 17 th ~~ SMA 3, yg lulus bisa menyandang gelar BAC-S
(Scientific), BAC-ES (Economi) atau BAC-L (Litteraire) tergantung jurusan
yg diambil di kelas.
5.     Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi diselenggarakan dalam beberapa bentuk. Hampir semua akasemi memilki fakultas universitas jenis konvensional,tetapi tidak semuanya mempunyai perangkat fakultas yang lengkap. Seirinng dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, sumbangsih universitas dalam bidang-bidang ini diperluas dengan meningkatkan daya tampung kelas pada fakultas-fakultas yang sudah ada taupun menambahkan fakultas-fakultas baru.
Superieur, ada 3 cabang :
- IUT : Instituts Universitaire de Technologie - 2 th, diplome : DUT / BTS
- Universités - 3 th, diplome : Licence
- 4 th, diplome : Maitrise
- 5 th, diplome : DESS / DEA /DRT
- 8 th, diplome : doctorat
- Grande Ecole :
- ENA : sekolah politik
- Polytechnic, diplome : Ingenieur & Scientific
- HEC - Untuk sekolah Finance commerce
- ENS - sekolah calon guru.
Sistem pendidikan di Perancis dari awal sudah dapat mendeteksi bakat dan kemampuan anak, dan sudah bisa menentukan jurusan sesuai minat anak sejak dini. Jadi tidak semua anak berlomba-lomba ingin menjadi insinyur atau jurusan teknik,. Siswa juga tidak dituntut harus menguasai seluruh mata pelajaran, akan tetapi cukup hanya basicnya saja, baru bidang yang sesuai dengan bakat dan kemampuan siswa dipelajari secara lebih mendalam, sehingga lebih fokus. Apalagi yang berminat melanjutkan ke Grande Ecole, harus melewati test yg benar-benar ketat untuk bisa masuk. Baru yang nggak masuk, larinya ke universitas biasa.































BAB  III
Penutup

A.       Kesimpulan

Sistem pendidikan di perancis menggunakan sistem sentralistik yakni pendidikan yang dipusatkan sepenuhnya kepada pemerintah. Jadi, kementrian pendidikan (biasa disebut Ministry of National Education) memiliki peran urgent dalam kemajuan pendidikan secara keseluruhan. Selain itu, pemerintah juga menekankan akan adanya wajib belajar 16 tahun dengan penerapan  sistem sekolah gratis untuk setiap jenjang pendidikan.
Peserta didik langsung diarahkan pada bakat dan minat dan pada pemahaman konseptual, para siswa terbiasa belajar dengan pola keras, disiplin dan dipenuhi dengan tugas. Setelah siswa menempuh pendidikan wajib. Anak-anak mendapatan pendidikan dasar pra sekolah pada umur dua hingga enam tahun, SD antara tujuh hingga 10 tahun dan SMP (Collège)-SMA (Lycées) antara 11 hingga 18 tahun sedangkan pendidikan tinggi untuk mereka yang berusia di atas 19 tahun.


Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di www.exzellenz-institut.com
Sumber :

https://bagibagi93.blogspot.co.id/2015/02/sistem-pendidikan-di-negara-perancis.html